Tren Busana Pria Lebaran 2026: Sentuhan Batok dan Warna Bumi
Palet warna bumi dan detail batok menghadirkan nuansa etnik modern untuk perayaan Lebaran tahun ini.
Rajutan tebal, celana lipit, dan palet warna tanah yang tenang kini menjadi bahasa baru pria urban. Redaksi mengurai cara memakai tren ini tanpa terlihat berlebihan di tengah iklim tropis.
Pergeseran besar sedang terjadi di lemari pakaian pria Indonesia. Potongan ketat yang mendominasi satu dekade terakhir mulai tersisih oleh siluet longgar yang jatuh natural di tubuh: kemeja camp collar dengan bahu turun, celana lipit berpipa lebar, dan rajutan oversized yang nyaman dipakai seharian. Tren ini berjalan seiring dengan gelombang quiet luxury, yakni pendekatan berbusana yang mengedepankan kualitas bahan dan kerapian jahitan alih-alih logo besar yang mencolok. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, kombinasi keduanya terlihat jelas di kawasan perkantoran kreatif, kedai kopi, hingga galeri seni.
Menariknya, tren ini justru cocok dengan iklim tropis asalkan pemilihan bahannya tepat. Linen, katun seersucker, dan rajutan katun bergramasi ringan memungkinkan sirkulasi udara tetap berjalan meski potongannya longgar. Warna-warna yang dipakai pun cenderung menenangkan: krem, oatmeal, cokelat tembakau, abu batu, dan hijau zaitun. Tidak ada aksen neon, tidak ada sablonan ramai. Yang tersisa hanyalah tekstur kain dan proporsi yang berbicara.
Banyak yang keliru menganggap quiet luxury identik dengan barang impor berharga selangit. Pengamatan redaksi di sejumlah butik lokal menunjukkan hal sebaliknya: kemeja linen produksi penjahit Bandung dengan jahitan rapat dan kancing kerang justru terlihat lebih mahal daripada kaus bermerek dengan logo raksasa. Kuncinya terletak pada tiga hal: kerapian jahitan, ketepatan ukuran di bahu, dan keberanian memakai warna netral secara konsisten.
Dari sisi proporsi, aturan mainnya sederhana namun sering dilanggar. Atasan longgar sebaiknya bertemu bawahan yang tetap terstruktur, misalnya celana lipit dengan lipatan tunggal yang jatuh lurus hingga mata kaki. Sebaliknya, ketika celana sudah berpipa sangat lebar, atasan cukup dimasukkan sebagian atau dipilih yang panjangnya tidak melewati pertengahan paha. Keseimbangan inilah yang membedakan tampilan santai nan rapi dengan kesan kebesaran baju pinjaman.
Perhatikan garis bahu: jahitan boleh turun maksimal tiga hingga lima sentimeter dari tulang bahu, tidak lebih. Panjang lengan idealnya berhenti tepat di pergelangan tangan. Untuk rajutan, pilih satu ukuran di atas ukuran biasa, bukan dua, agar volume tetap terkendali dan tidak menenggelamkan postur tubuh.
Rajutan turtleneck yang menjadi ikon tren ini di Indonesia umumnya memakai katun combed 24s atau campuran katun-viscose, bukan wol murni. Gramasi ringan ini menjaga tekstur rajut tetap terlihat mewah tanpa membuat pemakainya kegerahan saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Alas kaki dan aksesori menentukan kesan akhir. Sepatu loafers kulit tanpa kaus kaki, sneakers kulit minimalis berwarna putih gading, atau sandal kulit berkualitas menjadi pilihan aman. Tas jinjing kulit atau kanvas tebal melengkapi tampilan tanpa menambah kebisingan visual. Prinsipnya konsisten: setiap elemen dipilih karena kualitas dan fungsinya, bukan karena keinginan untuk diperhatikan. Justru di situlah daya tarik quiet luxury bekerja, ia terlihat oleh orang yang paham, dan tetap elegan di mata yang tidak.
| Elemen Utama | Rajutan oversized, kemeja camp collar, celana lipit berpipa lebar, dan blazer tanpa struktur kaku |
|---|---|
| Palet Warna Dominan | Krem, oatmeal, cokelat tembakau, abu batu, hijau zaitun, dan hitam pekat |
| Bahan yang Disarankan | Linen, katun seersucker, katun combed, dan campuran katun-viscose bergramasi ringan |
| Yang Perlu Dihindari | Logo besar, warna neon, aksesori berlapis, dan potongan longgar berlebihan di atasan sekaligus bawahan |
Membangun gaya ini tidak menuntut perombakan lemari total. Redaksi menyarankan pendekatan bertahap yang berfokus pada potongan inti yang paling sering dipakai, lalu memperluasnya sesuai kebutuhan aktivitas harian.
Palet warna bumi dan detail batok menghadirkan nuansa etnik modern untuk perayaan Lebaran tahun ini.
Kain tenun dan pewarna alami menjadi fondasi baru busana pria yang sadar lingkungan.
Tas jinjing kulit dan aksesori minimalis kini menjadi pelengkap wajib tampilan pria urban.
Pasar activewear nasional tumbuh pesat seiring meningkatnya kesadaran pria akan gaya hidup aktif.
Cocok, asalkan proporsinya dijaga. Pilih atasan longgar yang panjangnya tidak melewati pertengahan paha dan padukan dengan celana berpinggang tinggi. Masukkan sebagian ujung atasan untuk menciptakan garis kaki yang lebih panjang, dan hindari volume berlebihan di atasan serta bawahan secara bersamaan.
Pakaian polos hanya soal absennya motif, sedangkan quiet luxury menekankan kualitas konstruksi. Perbedaannya terlihat pada kerapian jahitan, pilihan kancing, jatuhnya kain di tubuh, dan ketahanan bahan setelah dicuci berulang kali. Dua kemeja polos bisa terlihat sama di foto, tetapi terasa sangat berbeda saat dipakai.
Katun combed atau campuran katun-viscose dengan gramasi ringan menjadi pilihan paling masuk akal. Keduanya tetap memperlihatkan tekstur rajut yang menjadi daya tarik utama, tetapi tidak memerangkap panas seperti wol atau akrilik tebal. Hindari rajutan akrilik murni karena cepat berbulu dan terasa gerah di siang hari.
Cuci dengan air dingin dan deterjen lembut, lalu keringkan dengan digantung tanpa diperas keras. Setrika selagi kain masih sedikit lembap dengan suhu sedang. Kerutan halus memang karakter alami linen, dan justru menjadi bagian dari estetikanya, jadi tidak perlu dipaksa licin sempurna seperti kemeja katun formal.
Untuk lingkungan kerja kreatif dan kasual, sangat pantas. Pilih celana lipit berbahan wol ringan atau katun twill dengan kemeja linen yang dimasukkan rapi, lalu lengkapi dengan loafers kulit. Untuk kantor dengan aturan formal, siluet longgar bisa dihadirkan lewat blazer tanpa bantalan bahu yang tetap mempertahankan garis rapi.
Dua hingga tiga warna netral sudah cukup. Kombinasi paling aman adalah satu warna terang seperti krem atau oatmeal, satu warna gelap seperti cokelat tua atau hitam, dan satu warna perantara seperti abu batu. Lebih dari tiga warna biasanya mulai mengaburkan kesan tenang yang menjadi inti gaya ini.
Loafers kulit menjadi pasangan paling seimbang karena siluetnya ramping dan menahan kesan formal. Alternatifnya, sneakers kulit minimalis berwarna putih gading atau derby bersol tipis. Hindari sepatu lari berprofil tebal karena volumenya bertabrakan dengan pipa celana yang sudah lebar.
Ikuti ulasan tren busana pria, panduan memilih bahan, dan kabar gaya hidup terbaru dari redaksi Tentang Pria setiap pekan.